Berita Terhangat Hari ini | Berita Hari Ini Di Indonesia | Berita Aktual Terkini

Bandar Togel

bandar togel online
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Terduga Makar Firza Husein Bebas Dari Tahanan

09.53 0


AksiBerita.Blogspot.com - Penyidik Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersangka kasus makar Firza Husein. Penangguhan Firza Husein dilakukan atas jaminan dari pihak keluarga dan kuasa hukum tersangka. Walau terbebas dari masa tahanan, Polda Metro Jaya memastikan akan tetap memantau Firza Husein selama pengembangan kasus dugaan makar. Firza Husein harus wajib lapor ke penyidik, dua kali dalam sepekan.

Minggu, 19 Februari 2017

AksiBerita - Menko Luhut : Freeport Aneh Tak Mau Bayar Pajak Dari Tahun 2009

08.25 0

Nasional - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara terkait polemik masalah PT Freeport Indonesia saat ini. Menurutnya, kewajiban PT Freeport Indonesia, yakni untuk membangun smelter dan divestasi 51 persen seharusnya sudah dilakukan sejak 2009 silam.

Namun, hingga kini, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu tak kunjung memenuhi kewajiban tersebut.

" Jadi sebenarnya apa yang kita minta sekarang itu adalah apa yang seharusnya terjadi 2009. Tidak ada yang baru. Jadi kalau nggak mau (lakukan) menurut Saya aneh," kata Luhut seperti ditulis Antara, Sabtu (18/2).

Luhut juga menanggapi ancaman Freeport McMoran untuk memangkas produksi dan mengurangi sekitar 30 ribu tenaga kerja Indonesia.

Menurut dia, perusahaan multinasional sebesar Freeport tidak akan sesederhana itu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Masak perusahaan multinasional hentikan pekerja, enggak sesederhana itu. Kita juga harus menghormati apa-apa yang ada. Kalau dilihat lagi mereka 2009 seharusnya sudah divestasi 51 persen, tapi tidak dilakukan. Harusnya bangun smelter juga dia tidak lakukan," ujarnya.

Freeport meminta kepastian hukum dan perlindungan fiskal agar tercapai kesepakatan kerja sama kembali antara perusahaan dan Pemerintah Indonesia.

Seiring dengan berubahnya status kontrak pertambangan dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), maka Freeport harus mengikuti apa yang sudah menjadi ketentuan pemerintah terkait dengan pajak prevailling (mengikuti aturan pajak yang berlaku) yang ditetapkan pemerintah sesuai amanat Permen Nomor 1 Tahun 2017.

Namun, Freeport meminta kewajiban membayar pajak yang ditetapkan pemerintah harus bersifat naildown atau tetap sesuai dengan isi dari KK sebelumnya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, pemerintah memperpanjang pelaksanaan ekspor konsentrat dengan sejumlah syarat.

Perusahaan pemegang KK harus beralih operasi menjadi perusahaan IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) jika ingin mendapatkan rekomendasi ekspor konsentrat.

Pemegang IUP dan IUPK juga harus membuat pernyataan kesediaan membangun smelter dalam jangka waktu lima tahun. Setiap enam bulan, pembangunan smelter akan dievaluasi dan perusahaan harus memenuhi minimal 90 persen persyaratan pembangunan yang ditetapkan.


Sabtu, 28 Januari 2017

Grasi Jokowi buat Antasari Lebih Dari Pengampunan

10.18 0
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar

AksiBerita - Pertimbangan Mahkamah Agung (MA) menjadi dasar Presiden Joko Widodo mengampuni mantan ketua KPK Antasari Azhar. Setidaknya, ada dua hal yang menjadi catatan MA ketika memberi pertimbangan grasi untuk Antasari.

Juru bicara MA Suhadi menyebutkan dua pertimbangan tersebut. Pertama, terlepas dari pidana pembunuhan yang telah berkekuatan hukum tetap, Antasari dianggap berjasa kepada negara.

" Kedua, ada syarat pernyataan dari keluarga korban kasus itu yang mendukung sikap pengajuan grasi Antasari,

Korban dimaksud yaitu mendiang Nasurdin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, yang tewas ditembak, Maret 2009. Suhadi menyebut, grasi tersebut tidak ada kaitannya dengan pembuktian versalah atau tidak dalam pokok perkara Antasari.

Bagi MA dan dimata Hukum, kasus Antasari sudah berkekuatan hukum tetap dan dia terbukti melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin. Pertimbangan MA melihat sisi lain dari diri Antasari yang dapat mendukung pemberian grasi.

" Grasi adalah minta ampun ke Presiden. Jadi dari sisi lain, Dilihat MA, siapa itu sosok Antasari," tutur Suhadi.

Baca juga di :  Bantahan Kapolda Metro Bahas Perkara Antasari Bersama Jokowi

Bagi  tim kuasa hukum Antasari, pemberian grasi itu bearti membuka peluang bagi kliennya untuk kembali berkiprah dalam kancah politik. Antasari jadi leluasa untuk menggunakan hak politik : memilih dan dipiih dalam berbagai jabatan publik.

Merujuk Undang undang (UU)Nomor 8-2015 tentang perubahan atas UU Nomor 1- 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan wali kota, Antasari memang bisa menikmati hak politiknya. Hal ini karena pasal 7 huruf G UU tersebut telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasal itu sebelumnya melarang setiap orang yang pernah dipidana penjara selama lima tahun atau lebih untuk mencalonkan diri.Namun sejak putusan MK pada Juli 2015, pasal itu dinyatakan batal.

Meski demikian, ada aturan lain nya yang membatasi ruang gerak Antasari dipanggung politik.UU 8 - 2012 tentang Pemilihan Umum anggota DPR, DPD, dan DPRD tetap melarang mereka yang pernah dipenjara lima tahun atau lebih untuk mencalonkan diri.

Ketentuan hukum tersebut secara jelas tercantum dalam pasal 51 ayat 1 huruf G yang berbunyi, tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.

Baca Juga Di  ; Antasari dan Iriawan, Pulang Bersama Dengan Status Berbeda

Tak sampai disitu, lanjut andi, Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly juga pernah menyatakan tentang kejanggalan pembunuhan Nasrudin dengan terpidana Antasari.

" Seperti yang saya pernah bilang, sebetulnya ada sesuatu mengenai kasus beliau. Keluarga Narudin mengatakan sering ketemu dan banyak kejanggalan, baik dari hasil forensik dan lain lain," kata Yasonna.

Baca Juga Di : Antasari Meminta SBY Bantu Bongkar Kasusnya

Secara politis, grasi Jokowi memang membuka peluang berbagai pihak untuk menerjemahkan secara bebas. Apalagi publik tahu bahwa grasi itu diberikan oleh penguasa saat ini yang selalu berseberangan dengan pemerintahan sebelumnya di bawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

Antasari yang merasa dirinya menjadi korban kekuasaan pemerintahan saat itu, bahkan tak pernah mengajukan grasi selama menjalani masa hukuman saat SBY berkuasa.

“Enggak mungkinlah Pak Antasari minta grasi di era Pak SBY. Meskipun akan ditembak, enggak mungkin minta grasi waktu itu,” kata Boyamin kepada CNNIndonesia.com.

Tetapi saat ini Antasari seperti di atas angin. Dengan Keputusan Presiden (Keppres) pemberian grasi di tangan, mendapat ‘dukungan’ penguasa saat ini, bukan mustahil Antasari melakukan ‘serangan balik’.

Baca Juga Di : Janggal Kasus Antasari dan 'Bukti Kemeja yang Dihilangkan'

Pernyataan Andi bisa jadi benar bahwa grasi Antasari tak sekadar pengampunan. Grasi itu bisa mengokohkan langkah Antasari untuk membongkar kasusnya dan membuktikan ucapan yang selama ini dia dengungkan: kasusnya direkayasa



Janggal Kasus Antasari dan 'Bukti Kemeja yang Dihilangkan'

10.15 0
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

AksiBerita - Tujuh tahun berlalu sejak mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan Klas I Tangerang. Ia didakwa melakukan pembunuhan berencana pada Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Nasrudin tewas tertembak peluru dalam mobil BMW yang ia tumpangi usai bermain golf di Tangerang pada 14 Maret 2009. Antasari meyakini dirinya sama sekali tak terlibat atas kasus pembunuhan tersebut.

Kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman, menyatakan tak ada satu bukti pun yang menunjukkan kliennya adalah pelaku pembunuhan. Tim pengacara mencatat ada sejumlah kejanggalan selama persidangan Antasari, yang semakin menjauhkan pembuktian bahwa Antasari adalah otak pembunuhan Nasrudin.

Salah satu kejanggalan yang mencolok adalah ketiadaan bukti kemeja motif kotak-kotak lengan pendek yang dikenakan Nasrudin saat peristiwa terjadi. Mestinya, kata Boyamin, kemeja itu bisa menjadi bukti kuat dalam persidangan.

Secara logika, peluru yang menembus kepala Nasrudin akan menyemburkan darah ke baju yang ia kenakan. Namun RS Mayapada yang menangani Nasrudin pertama kali, hanya mengembalikan celana Nasrudin.

Sementara kemeja kotak-kotak yang dikenakan Nasrudin itu hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

“Saya yakin bukti baju itu dihilangkan, padahal itu bukti utama,” ujar Boyamin saat ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (9/11).

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat menyampaikan, mereka memiliki bukti kemeja tersebut. Namun saat ditunjukkan, barang bukti itu ternyata hanya celana yang dikenakan Nasrudin.

Antasari, kata Boyamin, sempat kesal melihat sikap JPU. Kliennya lantas menyindir JPU dengan celetukan, 'Itu celana bukan baju, apa Pak Jaksa sudah buta warna?’

Kejanggalan lain, barang bukti berupa peluru yang digunakan dalam penembakan terhadap Nasrudin. Peluru yang ditemukan berukuran 9 milimeter, sementara barang bukti yang diajukan ke pengadilan adalah kaliber 38.

Dalam persidangan, saksi ahli forensik RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Mun’im Idris sempat mengaku ada pihak yang mendatangi dan memintanya mengubah keterangan soal peluru yang ditemukan. Namun Mun’im enggan menyebutkan nama dan hanya mengatakan pangkat kepolisian orang tersebut adalah Komisaris Besar.

Boyamin menduga senjata yang digunakan pelaku adalah jenis revolver yang sering digunakan kepolisian. Jenis senjata tersebut mestinya tak sampai menembus kaca mobil yang ditumpangi Nasrudin, apalagi sampai menembus batok kepalanya.

Boyamin mengaku pernah melakukan uji coba penembakan kaca mobil menggunakan jenis senjata tersebut. Hasilnya kaca mobil memang pecah, tapi tak sampai menembus ke batok kepala.

“Paling hanya lecet. Jenis senjata revolver harusnya tidak tembus, tapi ini aneh karena bisa sampai tembus ke kepala,” katanya.

Boyamin mencurigai, Nasrudin telah ditembak di luar mobil dan selanjutnya dibawa masuk ke dalam mobil. Ia juga mencurigai ada dua tim eksekutor dalam penembakan yang menewaskan Nasrudin.

Hanya saja, tim kedua yang mengeksekusi pembunuhan hingga saat ini tidak terungkap ke publik. Polisi hanya menetapkan Daniel Daen Sabon sebagai pelaku penembakan Nasrudin.

Menurut Boyamin, bukan hal mudah menembak Nasrudin sendirian dalam posisi mobil dan sepeda motor yang ditumpangi pelaku bergerak bersamaan. Meski demikian, dugaan ada dua tim eksekutor telah dibantah Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan berpangkat Komisaris Besar.

“Dari teori intelijen mana pun, kalau negara menghendaki pembunuhan pasti ada penembak kedua untuk membungkam si penembak pertama,” ucap Boyamin.

Kejanggalan lain, lanjut Boyamin, adalah bukti pesan singkat (SMS) yang dikirim Antasari kepada seseorang bernama Sigit Haryo Wibisono. Antasari diketahui sempat meminta bantuan pada Sigit atas sejumlah teror dan pemerasan yang dia terima pada Januari 2009.

Antasari menduga teror berasal dari Nasrudin yang mengancam dirinya karena diduga bermesraan dengan istri siri Nasrudin, Rani Juliani. Antasari meminta agar Sigit mengamankan dirinya dari teror. Namun permintaan mengamankan diartikan sebagai perintah membunuh Nasrudin.

Sigit lantas meminta bantuan pada mantan Kepala Polres Jakarta Selatan saat itu, Komisaris Besar Williardi Wizard untuk mengatur aksi tersebut. Sigit dan Williardi turut didakwa melakukan pembunuhan berencana dengan vonis masing-masing 15 tahun dan 12 tahun hukuman penjara.

JPU mendasarkan pada bukti SMS yang diduga dikirimkan Antasari kepada Nasrudin.

Namun pemeriksaan ahli informasi dan teknologi di persidangan, Agung Harsoyo, menyatakan, tidak ada SMS yang dikirimkan dari ponsel Antasari kepada Nasrudin. SMS diduga dikirim secara otomatis melalui web server.

JPU juga tak dapat menunjukkan bukti SMS tersebut. Alasannya, ponsel Antasari rusak sehingga JPU kehilangan bukti pesan singkat. Mestinya, kata Boyamin, JPU bisa menunjukkan transkrip percakapan dalam SMS di hadapan majelis hakim.

Sejumlah kejanggalan ini, menurut Boyamin, makin menunjukkan ada rekayasa kasus yang menimpa kliennya. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Williardi dalam persidangan yang menyatakan, Antasari telah menjadi sasaran polisi dalam kasus ini.

Ia diminta membuat keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang isinya memberatkan Antasari sebagai pelaku utama pembunuhan Nasrudin. 

Terlepas dari sejumlah kejanggalan tersebut, Antasari akan segera menghirup udara bebas hari ini. Ia dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan total 4,5 tahun remisi usai menjalani masa hukuman sejak 2009.

Boyamin menjamin tak ada keinginan balas dendam atau upaya hukum lain yang akan ditempuh Antasari terkait kasus tersebut. 

“Antasari hanya akan balas dendam dengan momong cucu. Tujuh tahun dipenjara tidak tahu cucunya sudah tiga," Boyamin berseloroh

Antasari dan Iriawan, Pulang Bersama Dengan Status Berbeda

08.51 0


Aksiberita - Tahun 2016 adalah titik pulang bagi mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dan polisi yang dulu menangani kasusnya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan.

Mendekam dipenjara selama tujuh tahun, Antasari akhirnya pulang kerumah setelah mengantongi pembebasan bersyarat. Sementara tak lama sebelumnya, Iriawan ditugaskan institusinya untuk pulang ke Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya sebagai orang nomor satu disana.

Nama keduanya ' akrab' disandingkan ketika kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen yang mengantarkan Antasari ke penjara mencuat tujuh tahun silam.

Iriawan yang saat itu menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum menetapkan sang mantan jaksa sebagai tersangka, tepatnya pada 4 Mei, pada pemeriksaan pertama di Markas Polda Metro.


Dalam waktu dua bulan proses penyidikan, polisi akhirnya melimpahkan berkas perkara Antasari ke Kejaksaan Agung pada 3 Juli 2009. Tak butuh waktu lama pula, berkas dinyatakan lengkap dan berlanjut ke pengadilan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, motif pembunuhan Antasari diduga berasal dari hubungan cinta segitiga yang melibatkan Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin.

Sejumlah kontroversi di antara Antasari dan Iriawan menyeruak ke permukaan selama masa persidangan.

Sebut saja ketika polisi yang kini menyandang dua bintang itu menyebut Antasari membohongi Kepala Polri kala itu, Jenderal (purn) Bambang Hendarso Danuri.

Iriawan menyebut Antasari telah berbohong dengan mengaku belum mengenal siapa penerornya saat melapor kepada Bambang. Iriawan meyakini Antasari mengetahui ancaman-ancaman itu datang dari Nasrudin

"Pada waktu minta bantuan itu sudah kenal dengan Nasrudin. Dia bohong sama Kapolri," ujar Iriawan usai bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kala itu.

Berdasarkan salinan putusan, Antasari menerima sejumlah teror dan pemerasan dari Nasrudin karena kedapatan 'bermain' dengan Rani pada Mei 2008. Kejadian inilah yang disebut-sebut sebagai akar permasalahan dalam kasus pembunuhan tersebut.

Antasari melaporkan teror itu kepada Kapolri sehingga didapatkan foto korban, foto mobil, dan alamat Nasrudin. Kemudian, Antasari meminta tolong kepada Sigit Haryo Wibisono untuk menghabisi korban.

Sigit meneruskan permintaan itu kepada Wiliardi Wizar yang lanjut menghubungi para eksekutor, Jerry Hermawan Lo serta Eduardus Noe Ndopo Mbete.

Dalam persidangan, Wiliardi juga melontarkan pernyataan kontroversial. Dia menuduh Iriawan berupaya mengintervensi proses pemeriksaan.

"Dirkrimum (Iriawan) bilang ke istri saya, 'kamu bilang saja ke suami kamu, semuanya akan dibantu'. Jam 00.30 WIB saya diperiksa dan disuruh buat keterangan agar bisa menjerat Antasari. Jaminannya saya bisa pulang. Ini saya ngomong benar, demi Allah," kata dia.

Wiliardi mengatakan janji itu tidak pernah dipenuhi sehingga dirinya mencabut berita acara pemeriksaan.

Sementara itu, Iriawan ketika ditanyai wartawan, meminta agar publik menganalisis siapa pihak yang bertanggung jawab atas pencabutan keterangan oleh sejumlah saksi, termasuk Wiliardi. Dia mengajak untuk tidak bertanya kenapa mereka mencabut keterangannya.

Pada kesempatan lain, Iriawan menyatakan, siap diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan terkait pernyataan Wiliardi. Walau demikian, bantahan pernyataan Wiliardi justru keluar dari seorang penyidik lain.

Dia adalah Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona, mantan Kepala Polres Jakarta Selatan yang saat itu masih berpangkat Ajun Komisaris Besar. Daniel menyebut Wiliardi tidak hanya berbohong, bahkan minta diselamatkan.

"Dia minta agar hubungan dia dengan Jerry dan Edo (eksekutor) agar dipotong. Agar selamat," kata Daniel sebagaimana dikutip detikcom, 14 November 2009.

Permintaan itu disampaikan Wiliardi saat diperiksa pada 30 April 2009, ditujukan kepada Iriawan. "Dia bilang, 'Wan (Iriawan) elu kan direktur, tolong bantu gue amanin, biar gue terputus dari Jerry dan Edo'," kata Daniel.

Namun penyidik menolak mengikuti permintaan Wiliardi, dengan alasan fakta sudah didapatkan.

Terlepas dari semua itu, akhirnya Antasari diputus bersalah dengan vonis hukuman 18 tahun penjara. Begitu pula Sigit, Wiliardi, dan para pelaku lain, dengan vonis belasan tahun.

Tak perlu menunggu hingga masa hukuman berakhir, 2016 menjadi waktu kepulangan Antasari dari balik jeruji. Setelah tujuh tahun mendekam, dia masih berkeras tidak terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

"Saya masuk penjara karena ada putusan," ujarnya.

Walau demikian, dia menyatakan tak akan mengungkit-ungkit lagi perkara hukumnya. Meski masih merasa tak bersalah, Antasari mengaku ikhlas dipenjara.

"Sejak keluar pintu, rasa benci dan kecewa, saya tinggal di dalam penjara," kata pria berkumis itu.

Tak lama sebelumnya, di akhir September, Iriawan telah terlebih dulu pulang ke Polda Metro Jaya. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, sejumlah mutasi yang dilakukannya adalah keniscayaan.

"Ini sebuah konsekuensi dari kereta yang sudah bergerak, karena Kalemdikpol sebelumnya, Bapak Syafruddin, sudah menjadi Wakapolri. Jabatan yang ditinggalkan harus diisi," kata Tito.

Bantahan Kapolda Metro Bahas Perkara Antasari Bersama Jokowi

07.39 0
Bantahan Kapolda Metro Bahas Perkara Antasari Bersama Jokowi
Bantahan Kapolda Metro Bahas Perkara Antasari Bersama Jokowi

AksiBerita - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan membantah dirinya dan Presiden Joko Widodo membahas perkara pembunuhan yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.

Ia mengatakan, Jokowi hanya minta dilaporkan mengenai kondisi terkini Jakarta. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup sekitar satu jam di Istana Merdeka.

" Enggak bicara itu. Nanya situasi Ibu Kota, Ngobrol-ngobrol saja," kata Iriawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis.

Iriawan sebelumnya merupakan Direktur Reserse Kriminal Umum yang menetapkan Antasari sebagai tersangka pembunuhan Bos PT Putra Rajawali Bantaran nasrudin Zulkarnaen. Status tersangka diberikan pada 4 Mei 2009, Setelah mantan jaksa ini menjalani pemeriksaan perdana di Mapolda Metro Jaya.

Tim Hukum Antasari menyatakan, akan mengajukan Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung setelah resmi mengantongi grasi Jokowi pekan lalu. Mereka juga akan menagih tindak lanjut Polda Metro Jaya dalam kasus SMS gelap.

Menanggapi hal itu, Iriawan mengatakan sudah lama tidak mengikuti perkembangan terkini perkara Antasari. Ia menyatakan akan menanyakan kondisi terbaru perkara Antasari. Ia menyatakan akan menanyakan kondisi terbaru perkara ini kepada penyidik.

" Nanti akan saya cek kembali. Tentunya harus ditindak lanjuti," tutur mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Ia mengimbau semua pihak bersabar. Mantan Kapolda NTB ini berjanji akan memberikan penjelasan apabila sudah mengetahui perkembangan kasus Antasari.

Iriawan tiba di Istana beberapa saat sebelum Antasari menghadap Jokowi. Antasari berger ak menuju Istana Merdeka dari ruang tunggu sekitar pukul 15.15 WIB. 5 menit setelahnya, Iriawan pun terlihat sudah diluar Istana Merdeka.

Antasari hari ini menemui Jokowi untuk berterima kasih karena telah menyetujui dan mengeluarkan keputusan presiden untuk memberikan grasi kepadanya.



Kamis, 26 Januari 2017

Panglima TNI : Jika Ada Prajurit Yang Tidak Netral, Saya Yang Akan Bergerak

07.10 0

Panglima TNI : Jika Ada Prajurit Yang Tidak Netral, Saya Yang Akan Bergerak

Panglima TNI : Jika Ada Prajurit Yang Tidak Netral, Saya Yang Akan Bergerak

AksiBerita - Pilkada serentak di 101 daerah tinggal dua minggu lagi. Pihak yang terkait sudah jauh jauh hari menyiapkam agar hajatan pemilihan kepala daerah itu berlangsung aman dan tertib.

Dalam hal pengamanan, TNI memastikan akan memberikan bantuan pada kepolisian. " Jadi TNI mengerahkan intelijennya, mengerahkan aparat aparat teritorialnya dari Babinsa, Danramil, Dandim untuk mengumpulkan fakta tersebut dan kemudian menyampaikan kepada komandannya dan kepada kepolisian setempat," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, usai memberikan pengarahan pada 1156 komandan, di Mabes TNI Cilangkap, Kamis

Pengamanan yang dilakukan tak hanya selama masa pilkada. Namun, bantuan TNI sudah dilakukan sejak persiapan jelang pilkada. Segala data yang didapat dari pihak intelijen, kata dia, sudah dilaporkan ke kepolisian.

" Membantu Polri sebelum pilkada atau pra pilkada, pelaksanaan pilkada, sampai dengan selesai pilkada. Karena semua data kita sudah sepakat yang menyampaikan adalah polisi, tanya lah pada Kapolri," ungkapnya.

" Secara logika, pilkada ini ada 101 dan tempatnya tersebar. Kepolisian juga tersebar. Maka untuk menghadapi hal hal yang tidak ingin terjadi, agar pesta demokrasi ini berjalan sesuai dengan demokrasi yang ada, maka TNI harus membantu sepenuhnya, apapun," Tutur Gatot.

Ditambahkan dia, segala bantuan yang dikerahkan TNI sebagai bentuk sikap netral dan tak berpihak pada kandidat manapun. Andai kata ada prajurit TNI yang tidak netral, Gatot minta dilaporkan, dan dia akan menindak. Dia yakin sikap netral itu juga dimiliki kepolisian.

" TNI Netral. Emangnya polisi berpihak? kan tidak. Membantu mengamankan.Bukan membantu mencoblos salah satu pemenang. Kalau itu dikhawatirkan, sama minta pada awak media, kalau ada anggota TNI yang terindikasi, tolong sampaikan. Namanya siapa, pangkatnya apa, tempatnya dimana dana apa yang dilakukan. Segera akan Saya gerak, segera ditindak. Saya minta bantuan ini," tegasnya.

Ditambahkan dia, hasil pemantauan sementara memang ada sejumlah daerah yang mendapatkan perhatian khusus selama masa pilkada. Seperti DKI Jakarta dan Aceh. Dia berharap semua berjalan lancar meski segala kemungkinan bisa terjadi sehingga perlu diantisipasi.

" Kita harus mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Tapi jangan berprasangka yang tidak tidak. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan tenang. Karena ini pesta jadikan bergembira," jelasnya.

Minggu, 08 Januari 2017

Jokowi : Kuatkan persatuan NKRI

08.23 0

Jokowi : Kuatkan persatuan NKRI


AksiBerita - Presiden Joko Widodo dalam pidatonya mengingatkan kepada masyarakat Indonesia agar tetap bersatu padu dalam persatuan.

Jokowi mencontohkan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad dalam menjaga persatuan sosial dengan menandatangani kontrak politik dengan semua pihak Masyarakat melalui piagam Madinah.

"untuk apa?, jelas agar kesatuan tetap terjaga.Dengan Piagam Madinah, sudah bisa dipastikan jika umat Islam sangat menghargai keberagaman, golongan agama.

Presiden menjelaskan Bangsa ini memiliki kurang lebih 700 suku contoh di Aceh dan Minang , dan ditambah lagi dengan 1.100 lebih bahasa yang tersebar di tanah air. Ini sudah membuktikan kemajemukan yang ada di Bangsa ini
Keberagaman yang dimiliki bangsa ini, kata Jokowi, mesti nya harus di syukuri.

"Namun begitu Kita sebagai anak bangsa harus bisa menjaga keberagaman ini. Dengan persatuan ini Saya yakin bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan berpotensi kekuatan NKRI,"ujar nya.

Jokowi menuturkan dirinya pernah dinasehati oleh Habib Lutfhi bin Ali Yahya untuk selalu menjaga kesatuan bangsa."Jokowi, beliau melakukan itu karena beliau (Habib Lutfhi) lebih memahami dari Saya,"ujar nya.

Di saksikan puluhan ribu santri dan ulama, Jokowi menuturkan bahwa Bangsa ini memiliki 34 provinsi dengan keadaan keragaman yang berbeda.

"Kita selaku putra putri Indonesia harus tetap dalam kesatuan.selain itu,Presiden juga mengingatkan agar tetap menjaga nilai budi pekerti dan kesopanan, karena saat ini kita sedang dilanda serangan dari media sosial,"ujar Jokowi.

Minggu, 25 Desember 2016

AksiBerita - Kafir Ala Dwi Estiningsih

11.32 0


AksiBerita - Membaca bagaimana si Dwi Estiningsih ini menyebut pahlawan yang beragama lain sebagai kafir, membuat dada sesak.

Si Dwi ini contoh produk dogma, dimana konsep kafir atau kufur atau ingkar, disematkan pada mereka yang bukan Muslim. Ia sama sekali tidak beragama dengan akal. Karena jika ia berakal, tentu Ia akan sulit sekali berkata 'Kafir' pada Agama lain.

Sebenarnya apa sih yang disebut Kafir?.
"Janganlah kalian sepeninggalku menjadi kafir, sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lainnya."Perkataan Nabi Muhammad Saw ini tercatat dalam Hadits Riwayat Bukhari.

Coba perhatikan, apakah Nabi mengatakan ini kepada mereka yang non Muslik? tentu tidak, karena nabi menyampaikan ini di hadapan para sahabatnya yang notabene adalah Muslim.

Jadi jelas sekali bahwa Nabi khawatir para sahabatnya yang sudah memeluk Islam menjadi kafir (ingkar) sepeninggalnya nanti. Kafir dalam artian bukan pindah agama, tetapi kembali ke masa jahiliyah, masa sebelum mereka mengenal Islam - dimana semua perbuatan jahat menjadi benar, seperti contohnya memenggal leher diantara mereka sendiri.

Jadi, secara akal kita bisa melihat bahwa kafir itu sebenarnya lawan kata dari Muslim, yang bearti total kepad Tuhan dengan mengikuti petunjuk Nabi-nya.

Ingkar kepada petunjuk Nabi muhammad Saw lah yang menjadikan seorang muslim menjadi kafir. Disuruh jangan korupsi, tapi "korupsi dikit, boleh kan?". Diperintahkan supaya berahlak, eh sweeping sambil teriak teriak.

Lalu kenapa kafir sekarang ini sering ditinpahkan kepada mereka yang beragama lain?. Ini karena kebanggaan yang dipupuk terus menerus dengan pemahaman atau akal yang lemah. Tidak mampu mencerna agama dengan baik "apa itu agama", sehingga agama dijadikan jubah kebesaran dan bukanlah petunjuk.

Akal yang lemah itulah yang diserap dan diturunkan dari generasi ke generasi. Pokoknya cukup "Syahadat"sudah pasti muslim. Kalau cuman "syahadat" doang, kanjeng Dimas jagoannya sambil menipu banyak orang. Aa gatot juga bisa sambil pesta seks di depan orang..

Karena terlalu besar anunya - maksudnya kebanggaan pada golongan - maka mereka menolak bahwa seorang yang beragama Islam bisa kafir. Sama seperti si Dwi, dia takut menunjuk dirinya sendiri kafir dan lebih muda menunjuk orang lain sebagai kafir.

Mereka yang melecehkan jasa pahlawan yang sudah mempertaruhkan hidupnya, jelas kafir karena sudah jauh dari ahlak Nabi Muhammad Saw. Dan si Dwi malah bangga dengan kekafirannya melalui cara mengkafirkan mereka yang sudah membuatnya nyaman hidup di negara ini..

Untuk bro Birgaldo Sinaga, terima kasih sudah mem-polisikan si Dwi Estiningsih. Ini memang harus dilakukan biar dia bisa berfikir tentang kekafirannya sendiri..

Kalau ngga, bisa bisa si Dwi ditangkap beramai ramai dan ditaruh di tengah jalan raya menunggu bus datang sambil teriak teriak,"OM, tabrak om.."
TELOLELOLET...Brakkkkkk!!


Penulis : Albet Ong
Sumber : Denny Siregar

Selasa, 20 Desember 2016

AksiBerita - Kasus Pajak Google dan Facebook Di Indonesia, Apa Bedanya?

12.44 0
AksiBerita - Kasus Pajak Google dan Facebook Di Indonesia, Apa Bedanya?
AksiBerita - Perusahaan raksasa penyedia layanan internet asal Amerika Serikat (AS) Google bukanlah satu-satunya perusahaan yang terlilit kasus pajak di Indonesia.
Facebook juga mengalami hal yang sama. Namun perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tidak begitu disorot layaknya kasus pajak Google.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus Muhammad Haniv, petinggi Facebook memiliki keinginan untuk datang ke Indonesia menyelesaikan kasus pajaknya.
"Modusnya sama dengan Google, hanya saja kami tidak mengajukan Bukti Permulaan kepada Facebook," ujar Haniv di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (20/12/2016).
Ditjen Pajak melihat upaya itu cermin dari adanya niat baik Facebook untuk membayar pajak atas keuntungan yang meraka dapat di Indonesia.
Bila dikomparasi, kasus pajak kedua perusahaan asal AS itu memang tidak berbeda yaitu sama-sama tidak membayar pajak sesuai bisnisnya di Indonesia.
Namun sikap kedua menjadi pembeda. Sejak awal, Google begitu ngotot dan tidak mau melunak terkait utang-utang pajaknya di Indonesia.
Perusahaan raksasa internet AS itu juga mengembalikan surat pemeriksaan atas pajak-pajaknya.
Ditjen Pajak menilai sikap Google itu sebagai bukti penolakan terhadap pemeriksaan pajak. Bahkan setelah diberikan kesempatan untuk mencari "angka damai" melalui tax settlement, Google tetap tidak mau melunak.
Ditjen Pajak lantas memberikan peringatan kepada perusahaan raksasa internet asal Amerika Serikat (AS) itu.
Pemeriksaan pajak Google akan dilanjutkan dengan tahapan bukti permulaan yang berarti ada indikasi pidana.
"Tahun depan bukan settlement (penghitungan pajak) lagi. Settlement saya tutup. Itu omongan saya. Kami harus kencang. Saya minta Google tahun depan berikan datanya (keuangan), saya hitung pajaknya, dan ingat konsekuensinya denda 150 persen," lanjut Haniv.
Tax planning
Menurut pengamat pajak dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Darussalam, persoalan pajak Google dan sejumlah perusahaan layanan internet di suatu negara, dipicu oleh praktik perencanaan pajak yang agresif atau aggressive tax planning.
"Kasus ini kan sebenarnya dipicu semakin maraknya praktik aggressive tax planning dengan intensi mencari kelemahan ketentuan pajak baik dalam level domestik dan internasional," ujar Darusalam kepada Kompas.com.
Dalam istilah pajak, tax planning diartikan sebagai usaha-usaha wajib pajak untuk meminimalkan pembayaran pajaknya.
Namun ada satu titik dari tax planning yang dianggap tidak bisa ditoleransi yakni aggressive tax planning.
Saat mencapai titik agresif itu, para wajib pajak mencoba mencari kelemahan ketentuan pajak di satu negara. Di Indonesia, kelemahan ketentuan pajak bisa terlihat dari persoalan Google.
Seperti diketahui, pendapatan Google dari Indonesia mencapai triliunan rupiah, terutama dari iklan.
Namun perusahaan asal AS itu belum membayar pajak untuk transaksi yang dilakukan di Tanah Air.
Google hanya menempatkan perwakilannya yakni Google Indonesia yang berkantor di Jakarta dan bukan sebagai Badan Usaha Tetap (BUT).
Sementara di Indonesia, pengenaan pajak bisa dilakukan bila suatu badan usaha merupakan BUT.
Persoalan BUT diakui Ditjen Pajak sangat pelik. Hingga saat ini Google menolak disebut BUT. Padahal menurut Ditjen Pajak, Google Indonesia sudah berbentuk badan hukum dengan status sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) sejak 15 September 2011 dan menginduk kepada dari Google Asia Pacific Pte Ltd.
Darussalam mengatakan persoalan Google dan perusahaan penyedia layanan internet lainnya sudah mulai diantisipasi oleh banyak negara.
Bahkan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan negara G-20 sudah menyepakati satu hal. "Mewajibkan wajib pajak untuk mengungkapkan skema tax planningnya. Ini tertuang dalam aksi no 12 Base Erosion Profit Shifting (BEPS)," kata dia.
Ketentuan kewajiban pengungkapan tax planning itu disebut dengan mandatory disclosure rule (MDR). Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Indonesia harus menerapkan MDR untuk mencegah skema aggressive tax planning.
Selain itu kata Darussalam, sejumlah negara mulai melakukan pendekatan moral untuk "memerangi" agressive tax planning.
Pendekatan moral dibangun agar kepatuhan membayar pajak hadir dari inisiatif bukan paksaan atau ancaman.
Saat ini, negara yang berhasil menerapkan hal tersebut adalah Inggris. Menurut Ditjen Pajak, Inggris adalah negara yang mampu membuat Google mau membayar pajak atas bisnisnya di negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Penulis : Albeto ong
Sumber : 
kompas.com

Minggu, 18 Desember 2016

AksiBerita - 10 Meme Kemarahan Abduh lestaluhu Ini Cukup Mewakili Kejengkelanmu Pada Thailand

11.18 0


AksiBerita - Pasti kalian masih belum bisa move on dari tendangan yang dilakukan oleh Abduh Lestaluhu semalam.

Ya, karena tindakan tidak sportif dan emosional itu Abduh Lestaluhu diganjar kartu merah.

Dia diusir wasit karena menendang bola dengan keras ke arah bench Thailand.

Sikap yang dilakukan Abduh Lestaluhu bukan tanpa alasan.

Bukan juga karena lantaran Indonesia tertinggal dan kalah kemudian Abduh Lestaluhu marah dan menendang bola tersebut.

Tapi karena dipicu dari sikap yang juga tidak sportif dari pihak Thailand.

Abduh Lestaluhu memberikan klarifikasi soal tindakannya menendang bola ke arah bangku cadangan Thailand.

"Soal insiden tadi, kami sedang mengejar bola, saat bola out saya ingin ambil tapi pemain di bench Thailand malah ngulur, mainin bola dan lempar ke belakang lagi, saat itu saya langsung balik ke belakang dan bilang ke wasit bahwa ini tidak fair play. Ketika saya dapat itu bola saya pun emosi karena kami sedang tertinggal, tapi memang saya akui salah, semestinya tidak bertindak emosional."

Begitu Klarifikasi dari Abduh Lestaluhu

1. Klarifikasi dari Abduh Lestaluhu

























Seperti itu lah Klarifikasi dari Abduh Lestaluhu yang kemudian banyak diunggah ke Instagram oleh banyak akun.

Nah, kemarahan Abduh Lestaluhu ini lantas banyak yang membuat meme lho.

2. Kalo jantan satu lawan satu


"Sisa waktu kritis bagiku, kau paksa aku pungut bola dari kaki mu"
"Ini harga diriku dan bangsaku, kalo jantan satu lawan satu"

3. Jangan remehin Abduh Lestaluhu



Sebelum berkostum timnas Indonesia, Abduh Lestaluhu masuk ke tim PS TNI dan dia adalah tentara guys.

Nah makanya jangan remehin Abduh Lestaluhu, kalau sudah berseragam begitu kelar hidupmu.

4. Laki gak mainan barbie



Foto ini diunggah oleh akun @pelukisperih yang menulis caption seperti ini.

"Ini baru laki!! 1 Man vs 1 Bench Thai!!
Youre My Man"

5. Mungkin pemain Thailand gak tahu






              









Mungkin pemain Thailand gak tahu/ Instagram @luhur_oficial

Meme yang menunjukan siapa Abduh Lestaluhu sebenarnya juga banyak dibuat.
Salah satunya ini,"Mungkin pemain Thailand tidak tahu siapa dia sebenarnya"


6. Harga diri Kami jangan dipermainkan



Mungkin ungkapan seperti itulah yang bisa mengungkapkan kemarahan Abduh Lestaluhu.

"Kami boleh kalah dipermainan, tapi harga diri kami jangan kalian permainkan"

7. yang gue lihat dari tindakan Abduh






































Ini yang mungkin kita semua lihat dari tindakan Abduh Lestaluhu.
Udah kayak adegan di film Fast Furious aja ya guys.

8. Untung nendang pakai bola

Untung Abduh nendangnya pakai bola, coba kalau dia udah nendang pakai granat.

"Kelar idup loe!!"

9. Saya kecewa sama Abduh karena...

Bener juga tuh meme-nya.

Harusnya Abduh Lestaluhu kontroldulu bolanya baru ditendang biar pas kena mukanya.

10. Ini yang gue liat






































Mungkin melakukan tendangan dan para pemain di Bench Thailand marah inilah yang dirasakan oleh Abduh Lestaluhu.

Satu lawan banyak orang!!..

Penulis : Albeto ong
Sumber: tribunnews.com

Agen Judi Poker Online Terpercaya
Agen Judi Poker Online Terpercaya











AksiBerita - Senin, BI Luncurkan Uang NKRI Baru

08.57 0
AksiBerita - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan desain baru uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada senin (19/12/2016).

Peluncuran desain baru uang tersebut rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Penerbitan uang NKRI dengan desain baru tersebut merupakan pelaksanaan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ciri uang sebagaimana diatur dalam UU tersebut.

Salah satu cirinya adalah memuat gambar pahlawan nasional yang ditetapkan sesuai dengan keputusan Presiden.

Sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka BI akan menerbitkan tujuh pecahan uang rupiah kertas.

Tak hanya itu, bank sentral juga akan menerbitkan empat pecahan uang rupiah logam. Ada 12 orang pahlawan nasional yang akan diabadikan dalam gambar muka desain baru uang NKRI tersebut.

Bi menyatakan, penggunaan gambar 12 orang pahlawan nasional tersebut untuk lebih mengenalkan pahlawan nasional kepada mayarakat.

Di samping itu, penggunaan gambar pahlawan nasional itu juga untuk menumbuh kembangkan semangat kepahlawanan, kepatriotan, kejuangan,dan sikap keteladanan, serta mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara.

Lalu, bagaimana dengan nasib uang rupiah yang sudah beredar saat ini? Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat menyebut, uang rupiah yang ada saat ini tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

"Apabila uang rupiah kertas dan logam yang baru tersebut telah dikeluarkan dan diedarkan pada waktunya, maka uang rupiah kertas dan logam yang masih beredar saat ini masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran,"ujar Arbonas beberapa waktu lalu.

Nah, siapa saja 12 orang pahlawan nasional yang diabadikan sebagai gambar muka pada uang NKRI desain baru tersebut?
Berikut daftarnya:

1. DR.Ir.Soekarno (Proklamator Kemerdekaan RI, Presiden pertama RI)

2. Drs Mohammad Hatta (Proklamator Kemerdekaan RI, Wakil Presiden Pertama RI)

3.Ir H Djuanda Kartawidjaja (Pengukuh Kedaulatan Indonesia)

4.Letjen TNI TB Simatupang (Pelindung Kemerdekaan Indonesia)

5. Dr Tjipto Mangunkusumo (Pendiri Tiga Serangkai)

6. Prof Dr Ir Herman Johannes (Pelindung paripurna Indonesia)

7. Mohammad Hoesni Thamrin (Perintis revolusi Kemerdekaan indonesia)

8. Tjut Meutia (Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari era Kolonial Belanda)

9. Mr I Gusti Ketut Pudja (Tokoh penentu NKRI)

10. Dr GSSJ Ratulangi (Gubernur pertama Sulawesi)

11. Frans Kaisiepo (Pahlawan Kemerdekaan Indonesia)

12. Dr KH Idham Chalid (Guru besar Nahdatul Ulama)

Penulis : Albeto Ong
Sumber : Kompas.com

Agen Judi Poker Online Terpercaya
Agen Judi Poker Online Terpercaya


Sabtu, 17 Desember 2016

BeritaAksi - Abduh Lestaluhu Akui Emosi Lihat Thailand Ulur Waktu

12.33 0

BeritaAksi - Bek tim nasional Indonesia, Abduh Lestaluhu, menerima kartu merah di pengunjung laga final Piala AFF setelah menendang bola ke arah bangku cadangan Timnas Thailand. Abduh mengaku emosi melihat Tim Gajah Perang menggulur-ulur waktu.

Timnas Indonesia yang tertinggal 0-2 memang terus berusaha mencetak satu gol untuk memaksa terjadinya babak perpanjangan waktu. Thailand yang dalam posisi unggul pun coba memperlambat tempo dan berharap waktu cepat berakhir.

Di tengah upaya tersebut, Abduh tak kuasa menahan emosinya dan akhirnya menendang bola dengan sengaja ke arah bangku cadangan Thailand.

"Kami sedang memburu gol namun pemain-pemain mereka mengulur waktu. Hal itu membuat saya emosi,"ucap Abduh kepada wartawan seusai pertandingan.

Terkait kekalahan yang di terima Indonesia, Abduh mengakui bahwa Thailand memang memiliki tim yang lebih baik, dari segi kualitas maupun persiapan.

"Kami harus akui Thailand tampil lebih bagus. Mereka juga memiliki persiapan yang lebih baik."

"Sementara Indonesia dengan persiapan sempit bisa sampai final. Saya rasa tim ini punya masa depan yang sangat bagus,"tutue Abduh.

Kekalahan Timnas Indonesia di final AFF 2016 membuat Indonesia kembali harus menggubur impian mereka untuk jadi juara. Indonesia sudah lima kali merasakan partai puncak namun belum pernah sekalipun bisa mengakhiri dengan trofi di tangan.
Agen Judi Poker Online Terpercaya
Agen Judi Poker Online Terpercaya

BeritaAksi - Terima Kasih, Timnas Indonesia

09.41 0
BeritaAksi - Tim nasional Indonesia memang gagal menjadi juara Piala AFF 2016. Namun, apresiasi positif ditunjukan masyarakat Indonesia atas perjuangan Timnas.

Indonesia Gagal menjadi juara setelah kalah agregat 2 -3 dari Thailand pada final piala AFF  2016. Sempat unggul 2-1 pada final pertama, Indonesia kalah 0-2 dari Thailand pada final kedua di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12/2016).

Kendati demikian, sejumlah netizen menunjukan apresiasi positif atas perjuangan Boaz Solossa dkk. Dari linimasa di Twitter, sejumlah netizen menghaturkan ucapan terima kasih atas perjuangan timnas Indonesia.


Perjuangan timnas memang pantas diacungi jempol. Berbagai masalah dihadapi dalam persiapan membentuk timnas untuk Piala AFF 2016.

Masalah pertama terkait dari sanksi FIFA sehingga tidak ada kompetisi resmi sebagai wadah pencarian bakat timnas. Setelah setahun dibekukan, sanksi itu baru dicabut pada Mei 2016.

Masalah kedua muncul terkait pemilihan pemain. Lantaran kompetisi nonresmi masih bergulir, pelatih Alfred Riedl hanya diizinkan menarik 2 pemain dari tiap klub peserta TSC 2016.

Kendati demikian, dengan segala keterbatasan itu, timnas bisa tampil melebihi ekspetaksi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Rasa pesmimistis muncul setelah timnas sempat kalah dari Thailand pada laga pembuka fase grup. Setelah itu, timnas juga sempat ditahan imbang oleh Filipina.

Eksektasi meninggi setelah timnas menang atas Singapura pada laga pamungkas dan lolos ke semifinal. Euforia suporter Indonesia pun meninggi dengan menyaksikan dan memberi dukungan langsung ke stadion.

Pada laga Final, Thailand membuktikan diri sebagai tim yang lebih baik. Meski sempat kalah 1-2 di Bogor, Thailand bangkit dan menang 2-0 untuk meraih gelar kelima Piala AFF.

Indonesia memang harus menunggu untuk melihat timnas menjadi juara. Namun, Boas Solossa dkk sudah mempersatukan segala perbedaan di Tanah Air ketika bertanding di Piala AFF kali ini.

Terima Kasih, timnas Indonesia...

Jumat, 16 Desember 2016

BeritaAksi - Indonesia Bisa mencontoh Ini Dari Singapura

10.28 0

BeritaAksi - Singapura melalui Bursa Efek Singapura terbilang menjadi pelopor di ASEAN untuk publikasi laporan keberlanjutan perusahaan-perusahaan. Adalah mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja yang mengatakan hal itu dalam gelaran Sustainability Reporting Awards (SRA) oleh pusat Nasional untuk Sustainability Reporting (NCSR) hari ini.

Menurut mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono, kita harus mengikuti contoh dari Bursa Efek Singapura, yang mengharuskan perusahaan yang terdaftar di bursa untuk mempublikasikan laporab keberlanjutan. "Kita harus mengikuti contoh dari Bursa Efek Singapura, yang mengharuskan perusahaan yang terdaftar di bursa untuk mempublikasikan laporan keberlanjutan,"tuturnya sebagaimana rilis yang diterima BeritaAksi.

Sbuah laporan keberlanjutan berkomunikasi sejauh mana perusahaan telah menerapkan program pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development). Menurut Ali Darwin, Direktur Eksekutif NCSR, dalam konteks lingkungan, laporan keberlanjutan dapat fokus pada kebijakan perusahaan untuk mengatasi mitigasinya dampak lingkungan, efisiensi konservasi dan energi dan gas rumah kaca emisi (GRK). Sampai dengan akhir 2016, total 120 perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan di Indonesia.

SRA tahun ini telah dibagi ke dalam sembilan kategori, yaitu (1) jasa keuangan, (2) pertambangan dan logam, (3) laporan gabungan, (4) gas dan minyak bumi, (5) energi, (6) infrastruktur, (7) manufaktur, (8) usaha kecil dan menengah, dan (9) luar negeri.

Pada kompetisi tahun ini, perusahaan yang memenangi posisi 1,2 dan 3 pada masing masing kategori  adalah Bank BNI, Bank DANAMON, dan BPD Jawa Tengah (jasa keuangan), PGN, Star Energy Geothermal dan Pembangkitan jawa Bali (energi), Kaltim Prima Coal, Indo Tambang Raya Megah, dan Antam (pertambangan dan logam), Pertamina, Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Utara jawa Barat dan Pertamina EP Cepu (gas dan minyak), Wijaya Karya, United Tractors dan Telkom (infrastruktur), Bio Farma, Pupuk Indonesia, dan Pupuk Kaltim (manufaktur), Timah, Pertamina lubricants, dan Pertamina EP (laporan Gabungan), Tani Sandorikum, Putri Klaten, CV Bina Agro Mandiri (usaha kecil dan menengah), dan Bank Asia Limited Bangladesh(Luar Negri). Sementara itu, Pertamina Lubricants, pendatang baru SRA pada tahun 2016, menjadi terbaik untuk kategori waktu laporan pertama.
Agen Judi Poker Online Terpercaya
Agen Judi Poker Online Terpercaya

BeritaAksi - Bsauki Tjahaja Purnama Di Ramalan 2017

08.37 1


BeritaAksi - Sebenarnya Suhu Ahok Tidak terlibat dalam perbincangan politik apalagi yang sedang panas saat ini, tetapi ada beberapa permintaan dari teman-teman untuk mencoba melihat apa dan bagaimana seorang Basuki Tjahaja Purnama, ini hanyalah sebuah ramalan belaka, kebenaran tetaplah milik Tuhan, kita hanyalah manusia yang diberi keterbatasan dalam sebuah penilaian.

Apapun yang disampaikan ramalan disini hanya bersifat sebuah pandangan sepihak tanpa bermaksud memancing emosi atau pun merujuk ke SARA.

Ya, kita mulai dari Basuki Tjahaja Purnama (BPT) dalam ramalan Tahun Ayam Api 2017 ini, Btp dilahirkan dibawah naungan shio Kuda Api yang adalah karakter yang pintar, cerdik dan temperamental, sulit menerima nasihat orang lain bahkan dari atasannya sendiri. Secara SIFAT KARAKTER SHIO KUDA sendiri, mereka adalah jiwa yang senang berpetualang dan bebas tanpa terkait dengan norma yang ada.

kembali lagi ke BTP, dalam Tahun Ayam Api 2017 ini, ada sedikit ciong (bertentangan) dengan orang Shio Kuda, jadi bintang Tahun Ayam Api 2017 "kurang"berpihak kepada Shio Kuda meskipun bukan sesuatu yang fatal, hambatan akan datang diawal tahun dan akan mendera hingga pertengahan tahun 2017 ini, kondisi akan membaik seiring berjalannya sisa tahun 2017 ini.

Hambatan yang terlihat sejatinya adalah dari diri Shio Kuda sendiri, Bagaimana Shio Kuda harusnya lebih cenderung bersahabat dengan orang yang sealiran, karena kuda meskipun mencintai kebebasan dan tidak terikat, tetapi mereka hidup berkelompok. Jadi apapun kemelut dan hambatan yang akan datang, jika bersama dengan kelompok maka Shio Kuda tersebut mampu melewatinya dengan baik.

Bintang ciong yang terlihat bisa diperbaiki atau dilewati tergantung dengan amal dan niat, jika BPT memang benar banyak melakukan kebaikan selama masa kepemimpinannya, maka hal baik juga akan datang juga di saat bintang ciong mulai tampak. Hal ini lah yang dipercayai bisa menjadi "bantuan"dari segala amal perbuatan, akan tetapi di Tahun Ayam ini sesuai dengan karakter Ayam yang disiplin dan penuh ketelitian, maka sifat BPT harus mampu menunjukan ketelitian dalam semua bidang dan ketelitian dalam menghadapi tantangan yang akan datang.

Tidak ada Shio yang diramalkan akan "sial"selamanya atau akan menemui jalan "buntu",semua hal tergantung dari perbuatan diri sendiri menyelaras dengan alam sekitar (harmonis). BTP akan mendapatkan balasan dari amal baik perbuatannya sehingga kesulitan yang akan menghadang bisa dilewati tetapi BTP tidak bisa berdiri sendiri menghadapi semuanya sesuai dengan karakter kuda yang hidup berkelompok, maka BPT akan mendapat bantuan dimana bantuan tersebut bisa juga dari rakyat yang selama ini mendapatkan (merasakan) amal baik beliau.

Unsur Api bertemu Api jika digabungkan akan bis mencapai api yang besar, api ganda bisa diartikan dalam 2 hal, api yang membakar keseluruhan atau api yang mendongkrak keseluruhan, semuanya tetap masih rahasia alam yang hanya Tuhan sendiri yang tahu.
Agen Judi Poker Online Terpercaya
Agen Judi Poker Online Terpercaya

Rabu, 14 Desember 2016

BeritaAksi - Bangkit Di Babak Kedua, Indonesia Balik Ungguli Thailand 2 -1

06.18 0


BeritaAksi -  Timnas Indonesia mampu bangkit pada babak kedua dan berbalik unggul atas Thailand pada laga leg I Final Piala AFF 2016, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12/2016).
Secara berturut-turut, Rizky Pora dan Hansamu menjebol gawang Thailand yang dikawal Kawin Thamsatchanan.
Rizky Pora menjebol gawang Thailand yang dikawal Kawin pada menit ke 65', untuk menyamakan kedukan menjadi 1-1.
Gol tersebut tercipta melalui tendangan keras Rizky.
Bola hasil tendangan tersebut sempat menyentuh bagian belakang salah satu bek Thailand, sehingga mengubah arah lau bola ke arah kiri gawang Kawin.
Selang enam menit, persisnya menit 71', giliran Hansamu yang merobek gawang Kawin dan membuat Indonesia berbalik unggul 2-1.
Gol Hansamu berawal dari sepak pojok yang lantas disundul masuk Hansamu ke sisi jauh Kawin.
Sebelumnya, pada babak pertama, penyerang Timnas Thailand Teerasil Dangda sukses mencetak gol ke gawang Indonesia di menit ke-33.
Dangda sukses memanfaatkan umpan cantik dari rekannya dengan sundulan terukur ke sudut kiri gawang Kurnia Meiga.
Gol ini merupakan gol keenam Dangda di Piala AFF 2016.
Sementara ini Thailand unggul atas Indonesia dengan skor 1-0.
Dalam laga ini sebenarnya Indonesia mampu melakukan serangan kepada Thailand namun selalu gagal saat di depan wilayah bertahan Thailand.
Sepuluh menit sebelumnya, gelandang Timnas Indonesia Andik Vermansah mengalami cedera lutut di awal babak pertama.
Tepatnya pada menit ke-11, Andik terjatuh usai berduel dengan pemain Thailand.
Ia sempat lanjut berlaga sebelum pada akhirnya ditandu keluar lapangan.
Karena tak bisa melanjutkan laga, Andik digantikan oleh Zulham Zamrun di menit ke-20.